
Kehilangan arah setelah tahu identitas diri yang sebenarnya, Lee Joon mampir ke rumah Soon-ae dalam keadaan mabuk. Karena tidak tega, gadis itu merawat pemuda itu, yang keesokan harinya memutuskan untuk pergi tanpa banyak bicara.
Setelah berembuk, akhirnya disepakati bahwa satu-satunya cara untuk mengalihkan perhatian rakyat dari masalah Ratu adalah dengan menikahkan Lee Hoo dan Sae-ryeong. Hal itu langsung membuat sang pangeran gundah, apalagi ketika berbicara empat mata, Ibu Suri secara terang-terangan menentang hubungannya dengan Soon-ae.
Rupanya, itulah bagian dari strategi perdana menteri Shin untuk memuluskan langkah putrinya meraih posisi terhormat. Sementara itu, Hyo-jang juga mulai beraksi dengan menyusupkan Shi-yeon ke dalam istana tepat setelah kompetisi (yang berkaitan dengan Moral) antara Lee Hoo dan Lee Joon memasuki tahap akhir.
Ternyata, yang dilakukan tangan kanan Hyo-jang itu adalah menukar tulisan yang telah digoreskan oleh Lee Joon. Begitu dibuka dihadapan Ibu Suri, Ratu, dan kerabat kerajaan, Lee Joon sangat terkejut saat mendapati kertas yang telah digoreskannya ternyata berada dalam keadaan kosong, yang sekaligus menempatkannya sebagai kandidat untuk memenangkan kompetisi putra mahkota.
Sadar kalau dirinya sudah kalah telak, harapan Lee Hoo kembali bangkit saat diberitahu oleh Sae-ryeong kalau kemungkinan besar bukti-bukti tentang mendiang ibu sang pangeran berada di tangan Jo Sang-ki. Sayang saat mendatangi kediaman pria berkaca mata tersebut, sang empunya tidak ada di tempat. Bahkan, keduanya nyaris saja berpapasan dengan Shi-yeon.
Saat kembali ke istana, Lee Hoo mendapati Ibu Suri sedang memarahi Soon-ae yang kebetulan hendak mencari sang pangeran. Dengan jantan, ia membela sang kekasih di hadapan ibunda Ratu tersebut dan mengatakan bahwa bila tidak ada Soon-ae, sudah lama ia hengkang dari istana.
Meski telah ditutupi secara rapat, kisah cinta segitiga antara Lee Hoo, Soon-ae dan Lee Hoon terlanjur tersebar di istana. Keruan saja, Ibu Suri langsung memerintahkan Ratu untuk memecat sang pelayan, yang ditentang oleh Lee Hoo.
Soon-ae sendiri berulang kali harus menahan kesedihan akibat pandangan miring orang-orang disekitarnya (termasuk Sae-ryeong), namun ia mampu bertahan karena cintanya yang begitu besar pada Lee Hoo. Namun, pemanggilan yang dilakukan Ratu mengubah segalanya.
Walaupun tahu betul bagaimana perasaan sang dayang, terutama karena Ratu telah mengalaminya sendiri bersama Alexander, namun dengan berat hati sang pemimpin kerajaan terpaksa meminta Soon-ae untuk melepas Lee Hoo supaya sang pangeran bisa menjadi raja yang baru.
Kepedihan Soon-ae semakin bertambah karena Lee Joon, yang dengan berani menentang Hyo-jang dan menyebut tidak ingin menjadi seperti sang ayah, mengajaknya untuk meninggalkan semua kemelut di istana dan hidup bersama. Sudah pasti, hal itu langsung ditolak karena ia hanya mencintai Lee Hoo.
Setelah berpikir masak-masak, Soon-ae memutuskan untuk berhenti dari kuliah di akademi kerajaan sekaligus meninggalkan posisi sebagai dayang. Di tempat lain, Lee Joon yang hendak menyendiri tanpa sengaja terlibat insiden yang membuat api mulai menjalar di rumah yang sedang didiaminya.(mdL)