HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Putri Huan Zhu 3 Episode 51



Yan Zi berpamitan pada Permaisuri, yang maklum kalau 'anak' kesayangannya itu tidak akan kembali lagi. Setelah mengobrol, dayang Rong mengatakan kalau dirinya tidak berguna karena tidak mampu merawat Permaisuri sehingga bisa mengalami sakit separah itu. Ucapan tersebut membuat Yan Zi semakin miris.

Hari perpisahan akhirnya tiba, Yong Qi-Xiao Yan Zi-Qing Er menghadap Kaisar, Lao Huo Ye dan selir Ling untuk berpamitan. Pria itu berlutut dan menghaturkan terima kasih dan maaf kepada tiga orang yang sangat dihormatinya itu. Meski sedih, Kaisar mampu memaklumi keputusan putranya tersebut dan meminta supaya Yong Qi menjaga diri dengan baik.

Saat tiba giliran Xiao Yan Zi, wanita itu berbicara sambil menangis karena sangat sedih. Ia menganggap dirinya sebagai biang kerusuhan di istana dan pembawa kesedihan karena membawa Yong Qi pergi. Ia juga mengaku kalau dirinya sangat mencintai Kaisar yang telah dianggapnya sebagai ayah, dan memeluk kaki pemimpin kerajaan tersebut dengan penuh haru.

Orang terakhir yang berpamitan adalah Qing Er, yang menyembah ketiga pimpinan istana tersebut sebanyak tiga kali. Lao Huo Ye dan selir Ling tidak mampu menahan air mata lagi, mereka merasa sangat berat melepas kepergian tiga 'anak' yang mereka cintai tersebut. Sebelum pergi, Yong Qi menitipkan Zhi Hua dan Mian Yi pada Lao Huo Ye.

Yong Qi dihadang Zhi Hua saat perjalanan pergi sambil membawa Mian Yi. Pria itu tidak mampu menahan kesedihannya melihat sang putra yang masih bayi, dan membisikkan kepada bayi kecil itu bahwa meski tidak berguna, ia sangat menyayangi Mian Yi. Yong Qi meminta Zhi Hua, yang berjanji akan terus menunggu, untuk membesarkan putanya dengan baik.

Didalam kereta, Yong Qi meminta supaya Yan Zi tidak lagi membahas tentang Zhi Hua. Tersentuh oleh pengorbanan sang suami, Yan Zi berjanji akan terus bersama pria itu sampai kapanpun. Tersenyum melihat keakraban keduanya, Zi Wei mendadak melihat seekor burung kukuk melintas. Perjalanan untuk membebaskan Er Kang dari penderitaan pun dimulai.

 


*****
mdL

Bookmark and Share