
Cerita ini berkisah tentang percintaan dua anak muda yang berlangsung singkat dan dramatis. Aldo sejak umur 7 tahun diketahui menderita hemofilia, kelainan darah yang membuat dia sering mengalami pendarahan dan harus menjalani transfusi darah. Pengobatan ini harus berjalan seumur hidup, dan sewaktu-waktu bisa meninggal.
Penyakit ini membuat Aldo menderita, tapi dia sangat tabah. Ia juga sangat didukung keluarga, terutama Mira, mamanya, dan adiknya Sarah. Tapi tak urung penyakit itu membuat Aldo menyimpan minder dan menghindar dari cinta. Karena ganteng, banyak cewek yang naksir padanya. Tapi pengalaman menunjukkan, begitu mengetahui penyakitnya, para cewek ketakutan dan menjauh. Tapi Aldo tak bisa membohongi hati ketika bertemu Rosa.
Penyakit Aldo membuat Mira, mamanya, memutuskan membawa Aldo dan Sarah pindah kembali ke Jakarta. Papanya, tetap kerja di Riau. Di kampusnya yang baru, Aldo dua kali ditantangi ribut sama Miko, tapi dibela sama Rosa, Miko sudah lama naksir Rosa, tapi Rosa menghindar. Rosa sendiri sedang menghadapi konflik. Ia sering tiba-tiba mengalami sakit kepala yang sangat hebat, terutama kalau emosi atau berpikir keras. Tapi penyakit itu ia simpan diam-diam, karena kedua orang tuanya sedang menghadapi persoalan terancam cerai.
Secara tak sengaja Rosa akhirnya tahu penyakit yang diderita Aldo. Ia merasa kasihan dan simpati. Tapi, sebaliknya, Aldo ternyata diam-diam tertarik pada Rosa. Mama dan adiknya sangat mendukung, karena Aldo sangat jarang tertarik pada cewek. Bahkan kemudian mama dan adiknya membantu mendekatkan Aldo dengan Rosa.
Akhirnya Aldo dan Rosa jadi dekat. Hal yang membuat Miko sangat marah dan cemburu. Sebelum jadian, Aldo dengan jujur menceritakan penyakitnya. Aldo heran dan kagum. Karena Rosa tampak tidak takut. Rosa memang pribadi yang sangat kuat dan tegar. Ditengah badai perceraian kedua orang tuanya, dia berusaha tampil sebagai orang bijaksana, meskipun sebenarnya sangat terpukul. Bahkan penyakitnya pun ia tetap sembunyikan, termasuk kepada Aldo.
Hubungan dengan Aldo berjalan manis. Aldo dan keluarganya sangat sayang kepada Rosa. Rosa berusaha menerima kasih sayang itu dengan rasa syukur dan terharu. Aldo dan Rosa meniti cinta mereka yang menyimpan beban hidup yang dramatis, bahwa suatu ketika cinta itu mungkin akan dipisahkan kematian. Sampai kemudian tiba-tiba penyakit di kepalanya menghebat dan tidak bisa disembunyikan lagi. Semua orang kaget, terutama Aldo. Ia marah dan sedih karena Rosa menyembunyikan penyakitnya terhadapnya.(indosiar.com/4nd)