
IBU TUTI terus menghasut INDIRA untuk membenci AISHA. IBU TUTI bahkan memberitahu INDIRA bahwa INDIRA adalah satu-satunya perempuan yang akan memberi anak pada FAHMI. Karena RASYA ternyata bukan anak kandung FAHMI-AISHA. Satu-satunya anak FAHMI-AISHA yang bernama AZRIL, menghilang setelah bencana tsunami yang menimpa kampung mereka.
INDIRA yang labil emosinya, termakan hasutan IBU TUTI. Ia mulai membenci AISHA dan selalu berusaha menyakiti AISHA. Meskipun FAHMI dan AISHA berulangkali menegaskan pada INDIRA, kalau INDIRA tak perlu merasa terancam dengan kehadiran AISHA.
Satu kali, INDIRA mengungkit soal AZRIL di depan AISHA. AISHA terpukul dan merasa sangat sedih. FAHMI yang mengetahui hal itu marah besar pada INDIRA. Selepas kemarahan FAHIMI, kondisi kejiwaan INDIRA makin labil. FAHMI yang takut INDIRA berbuat nekat, lalu membujuk dan menyakinkan INDIRA bahwa ia tak akan pernah meninggalkan INDIRA. Namun rupanya ini belum cukup.
INDIRA yang tetap merasa cemburu pada AISHA, tak memberitahu FAHMI bahwa AISHA sakit. Ia malah mengajak FAHMI pergi belanja.
Sementara itu, RASYA yang panik dan khawatir dengan kondisi AISHA, menelepon ALI dan memintanya untuk datang. Betapa terkejutnya FAHMI, ketika ia pulang dan mendapati ALI ada di kamar bersama AISHA.