
Hidup dan dibesarkan di panti asuhan, membuat Vita tumbuh jadi gadis yang berwatak keras, pemberani dan punya semangat mandiri. Suatu hari terjadi sebuah insiden, Vita hendak diperkosa oleh Rendy anak pemilik panti. Siapa sangka, Vita balik menghajar Rendy sampe babak-belur, kemudian kabur dan terlunta-lunta.
Meski kehilangan tempat tinggal, Vita tidak menyerah dan terus berjuang untuk tetap hidup. Perjuangannya membuahkan hasil saat tanpa sengaja dia bertemu dengan Liana gadis pekerja kafe yang hendak dirampok. Perkenalan itu membuat Vita diajak Liana untuk kerja di kafe tempatnya bekerja. Di kafe, Vita jadi favorit para pelanggan karena selain lincah, dia juga rajin dan pekerja keras.
Lalu suatu malam, kafe itu kedatangan tiga orang cowok yang dikomandoi Marvell, cowok tajir tapi angkuh setengah mati karena baru pulang dari Amerika . Berniat reuni, tanpa setau Marvell, kedua temannya itu malah mencekokinya hingga mabuk, sebelum kemudian ditinggalkan sendirian dalam keadaan teler berat dan nyungsep di parkiran.
Keruan saja, Vita yang kebetulan pulang paling belakangan kaget dan berusaha menolong dengan menggunakan taksi. Celakanya, Vita tidak tahu dimana Marvell tinggal sehingga mau tidak mau pria tersebut hanya dibawa ke sebuah losmen. Kesialan Vita terus berlanjut. Saat paginya harus membayar tagihan kamar, Marvell ternyata tidak membawa uang sama sekali.
Padahal, losmen itu hanya menerima pembayaran tunai. Yang membuat Vita naik darah, Marvell malah menuduh kalau dirinya sengaja menjebak pria itu. Tapi akhirnya setelah dijelaskan sambil marah-marah, Marvell tersadar dan mengucapkan makasih. Hanya saja, karena Vita harus menalangi pembayaran kamar, gadis itu langsung merampas jam tangan rolex milik Marvell sebagai jaminan. Dengan berat hati, Marvell terpaksa memberikan jamnya yang berharga mahal tersebut.
Celakanya, jam tangan itu kemudian jatoh ke tangan pencuri. Vita yang tahu kalo itu jam mahal lantas menggantinya dengan jam tangan kaki lima seharga tiga puluh ribu. Keruan saja saat menerima jam tersebut sebagai ganti, Marvell marah besar dan menuduh Vita penipu. Vita yang tidak terima dituduh penipu berusaha menjelaskan yang sebenarnya, namun pertengkaran tidak bisa dihindari. Dengan kesal, Vita menghajar perut Marvell hingga nyungsep dan sejak itu keduanya bermusuhan.
Marvell yang sangat marah sengaja datang ke kafe tempat Vita bekerja dan ngerjain gadis itu seolah-olah membuat kesalahan hingga dipecat oleh manajernya. Hidup Vita kembali terlunta-lunta sampai bertemu dengan Bu Ratih, janda pemilik sebuah katering. Vita kemudian bekerja dan belakangan diangkat anak, karena Bu Ratih melihat banyak kesamaan antara Vita dengan putrinya yang belum lama meninggal.
Sekali waktu, Bu Ratih menerima order catering dari sebuah perusahaan. VITA ditugaskan untuk mengantar. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Vita saattiba-tiba dia bertabrakan dengan Marvell yang mau keluar tergesa-gesa. Nasi kotak yang dibawa Vita jatuh berantakan dan sebagian mengotori pakaian Marvell, Mereka kembali berantem.
Marvell yang ternyata pemilik perusahaan (yang juga keponakan Bu Ratih) diam-diam menjebak Vita untuk masuk ke sebuah gudang dan kemudian menguncinya. Vita kaget dan berusaha lari, tapi malah kejedot besi dan pingsan. Besoknya saat Marvell membuka gudang itu, dia kaget melihat Vita yang masih pingsan. Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pemuda itu langsung membawa Vita ke rumah sakit.
Saat sadar, Vita yang tidak tahu kalo kecelakaan yang dialaminya itu akibat perbuatan Marvell malah mengucapkan terima kasih dan minta maaf karena selama ini dia sudah berlaku kasar sama pemuda itu. Keruan saja Marvell bingung harus ngomong apa. Dia sebenarnya merasa berdosa banget dengan kejadian itu. Tapi dari pada nantinya Vita malah akan berbalik marah, Marvell memutuskan hanya diam dan tidak mengakui perbuatannya.
Sejak itu, mereka jadi dekat dan sering jalan. Entah kenapa, Marvell jadi merasa nyaman setiap kali jalan bareng Vita, cewek yang bertipe agak kasar, slebor dan cuek. Contohnya, biarpun dia diajakin makan di restoran yang mewah dan berkelas, dia gak peduli makan sambil tumpang kaki dan diraup pake tangan.
Padahal sejak pulang dari Amerika, Marvell sudah dijodohkan dengan Marsya seorang cewek berkelas, cantik, berpendidikan dan anak seorang pengusaha kaya. Tapi entah kenapa, Marvell selalu merasa lebih nyaman jalan dengan Vita ketimbang Marsya yang hidupnya dipenuhi aturan-aturan.
Belakangan, diam-diam Marvell jadian sama Vita, yang memang sudah mulai suka sama Marvell dan tidak sadar kalo cowok itu sudah dijodohkan. Hubungan diam-diam itu akhirnya kebongkar juga oleh Bu Natasya. Bersama Marsya, ibunda Marvell itu melabrak Vita. Bu Ratih yang berusaha membela VITA ikut diomelin juga, bla...bla...bla...!
Vita yang tidak merasa merebut Marvell dari siapapun balik melawan dan mengatakan kalau memang mau dikawinkan sama Marsya, dia tidak peduli dan gak keberatan putus saat itu juga. Setelah itu, Vita melabrak Marvell ke kantornya dan menanyakan kebenaran soal perjodohan itu. Marvell yang terpojok akhirnya terpaksa mengakui soal perjodohan itu. Namun, ia mengaku tidak lagi menyukai Marsya dan ingin menjalin hubungan serius dengan Vita.
Tapi Vita sudah kadung marah karena merasa ditipu, langsung memutuskan hubungan dan pergi meninggalkan Marvell. Sejak itu, hidup Marvell jadi murung dan gak bergairah. Berkali-kali dia berusaha menemui Vita, tapi gadis itu tetep ngambek dan tidak mau menemuinya. Ujung-ujungnya, karena VITA makin benci sama Marvell, ia malah pergi dari rumah Bu Ratih.
Sementara itu, melihat Marvell terus murung dan tidak berhenti memikirkan Vita, Bu Natasya memutuskan untuk mempercepat perjodohan Marvell dengan Marsya. Marvell yang sudah kehilangan harapan terhadap Vita yang pergi entah kemana, akhirnya terpaksa menerima keputusan Bu Natasya. Acara pertunanganpun segera dilangsungkan di sebuah gedung yang mewah.
Tapi saat sedang berlangsungnya acara pertunangan itu, tepat saat Marvell mau memasukkan cincin pertunangan ke jari manis Marsya, tiba-tiba dia melihat Vita, yang ternyata kerja di gedung itu sebagai pelayan. Marvell terkejut, begitu juga Vita. Beberapa saat lamanya, keduanya hanya sama-sama memandang terpaku.
Vita benar-benar terpukul dan sambil menangis langsung berlari keluar. Beberapa saat lamanya, Marvell tetap terpaku. Namun tak lama kemudian, Marvell yang sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya langsung berlari menyusul. Akhirnya Marvell berhasil mengejar Vita, menembus malam dan lebatnya hujan di luar gedung, menangkap gadis itu sebelum kemudian memeluknya dengan erat. Dengan penuh permohonan, Marvell meminta agar Vita jangan pernah meninggalkannya lagi.
Hanya kamu satu-satunya cewek yang aku cintai... Pertunangan itu terjadi hanya karena keputusaaan aku karena aku kehilangan kamu. Jadi mulai saat ini, kamu jangan pernah lagi ninggalin aku. Aku rela kehilangan semuanya, asal selalu bisa bersama kamu...
Marvell terus memeluk Vita erat-erat, sementara gadis itu hanya diam terpaku sambil memandang wajah MarvelL. Sementara di sebuah sudut, nampak Marsya dan Bu Natasya yang memandang penuh marah dan keputusasaan.(nadas-online/indosiar.com/mdL)
Pernah ditayangkan di Indosiar pada 16 Maret 2009, pukul 07.30 WIB