
Lingkungan sekitar tempat tinggal Mat Kumis tengah diadakan penyemprotan untuk mengantisipasi wabah demam berdarah. Mat Kumis merasa terganggu, ia yang sedang mandi disemprot. Begitu juga dengan Babe Manaf. Ia yang tengah tertidur pun langsung megap-megap karena rambutnya dikira sarang nyamuk demam berdarah.
Suster Dinda pingsan saat melihat Robocobacop buatan dr. Ato sekarang mempunyai kumis. Nunung pun jadi ikutan panik, ia segera mencari bantuan. Mat Kumis yang dikira robot melotot melihat isi dompet Suster Dinda. Ia langsung mengambilnya dan kabur. Ia lupa kalau dirinya sudah insaf.
Saat dr. Ato ke ruang lab., ia tidak mendapatkan robot itu, melainkan Suster Dinda terkejut dompetnya hilang dan ia pun menangis. Dr. Ato juga telah kehilangan jam tangannya. Nunung yang bersama mereka dari tadi merasa bersalah walau ia tidak mengambil dompet tersebut.
Waktu berselang, Satpam Glenon datang, ia memberikan surat untuk dr. Ato dan Suster Dinda. Ternyata surat itu dari sang pencuri. Ia mengembalikan barang-barang dan uang curiannya. Sang pencuri juga meminta maaf atas kekhilafannya. Suster Dinda pun terharu dengan pencuri yang punya hati nurani itu. Ia menunjukkan surat itu pada Nunung. Nunung pun mengenali tulisan dalam surat itu, ia kecewa karena Mat Kumis tidak pernah berubah dan tidak sungguh-sungguh bertobat.