
Mendekati waktu tiga bulan yang dijanjikan oleh Makoto, dewan direksi meminta gadis itu mengganti pembawa acara Kyoichi Sakuragi dengan yang lebih muda dengan alasan penyegaran. Sebagai calon pengganti, dipilih Akira Kijima seorang presenter ambisius yang dikenal lewat komentar tajamnya.
Begitu diperkenalkan didepan, dengan berapi-api Kijima menyatakan pendapat yang langsung mengingatkan semua orang pada Makoto. Dipasangkan dengan Sakuragi di Evening News, ia langsung membuat gebrakan dengan meminta penjelasan lebih terperinci saat Towatari menyampaikan sebuah berita siaran langsung.
Bahkan, dengan berani Kijima membantah masukan dari Sakuragi dan mengatakan bahwa dirinya tahu betul apa yang disukai penonton. Kiprahnya tersebut ternyata berbuah positif : rating acara melonjak hingga mencapai belasan persen.
Kesuksesan itu ternyata membuat Kijima semakin pongah, dengan berani ia meminta penggantian susunan berita acara hingga mengancam bakal berhenti kalau permintaannya tidak dituruti. Tidak hanya itu, ia bahkan mulai mencampuri bidang pekerjaan lain.
Dominasi pria itu membuat kinerja Evening News mulai kocar-kacir, sementara Makoto hanya bisa diam sambil memperhatikan. Yang menjadi korban adalah Sakuragi, yang akhirnya memutuskan pindah ke stasiun lain dan menyampaikan surat pengunduran dirinya pada sang atasan.
Sebelum berpisah, Makoto yang sebenarnya mengagumi Kusanagi menanyakan alasan pria setengah baya itu menjadi pembaca berita. Jawaban yang diberikan cukup mengharukan : karena dulu wanita yang dicintai menyukai suaranya. Wanita itu sendiri sekarang telah menjadi istri yang telah setia menemaninya selama puluhan tahun.
Kejadian demi kejadian membuat Nagase berang, ia mengancam bakal ikut mundur kalau Makoto tidak bertindak. Pasalnya bagi pria itu, yang paling penting adalah kerja sama tim bukan seseorang yang muncul mendominasi dan bertindak seolah dirinya pahlawan.
Sebuah kejadian mengubah semuanya. Di hari terakhir Sakuragi bertugas, terjadi penyanderaan 23 orang di sebuah bank. Masalahnya, data yang berhasil dikumpulkan cuma sedikit sementara acara harus berjalan dalam durasi cukup lama. Keruan saja, Kajima yang baru diplot menjadi pembaca berita utama marah-marah dan sempat menolak.
Benar saja, ia tidak berkutik ketika diminta mengarahkan acara tersebut. Begitu melihat kapan terakhir kali terjadi hal serupa, semua langsung sadar bahwa saat itu Sakuragi-lah yang bertugas. Makoto berlari ke ruang ganti dan meminta pria itu kembali bertugas, yang dengan senyum tipis langsung dianggupi.
Dari situ, terlihat betapa pentingnya pengalaman Sakuragi mulai dari membahas kronologi kejadian sebelumnya secara detil tanpa membaca skrip, menginformasikan apa yang terjadi di lapangan hanya berdasarkan gambar kamera, hingga bisa mengidentifikasi perwira dan pasukan kepolisian yang bertugas.
Begitu selesai, semua bertepuk tangan dan memandang kagum Sakuragi, si pembawa berita yang selalu rendah hati. Kejadian itu membuat Makoto sadar pentingnya kerja sama dalam tim, ia memecat Kijima meski hal itu beresiko rating kembali turun.
Belakangan, Suromaki muncul dan dari situ baru ketahuan kalau 20 tahun silam Sakuragi sempat mengalami kejadian serupa : dengan skrip minim, ia sukses membawakan sebuah acara berdurasi 3 jam.
Semua merayakan kembalinya Sakuragi dengan gembira, terkecuali Nagase yang menjadi satu-satunya pria yang tidak mendapat coklat (hari itu bertepatan dengan hari Valentine). Sekonyong-konyong, muncul Makoto yang langsung menyodorkan sekotak coklat kemudian berjalan dengan ekspresi seolah tidak terjadi apa-apa.(mdL)
