
Ira dan Reno sudah pacaran 6 tahun, dari SMA sampai sama-sama kerja. Selama itu pula mereka bersahabat dengan Imelda. Imelda sering jadi pendamai antara mereka. Mereka tidak tahu, sebenarnya diam-diam Imelda juga mencintai Reno.
Tapi, tiba-tiba orangtua Ira dan Reno terlibat permusuhan tajam. Rahmat, papa Reno diangkat jadi direktur sebuah bank. Sementara Hendra, papa Ira, pengusaha yang asetnya terancam disita. Rahmat pejabat bank yang lurus. Hendra berusaha menyogok, tapi ditolak. Hendra menilai Rahmat seorang yang angkuh. Sementara Rahmat menilai Hendra bermoral busuk. Permusuhan itu membuat mereka sama-sama melarang Ira dan Reno berhubungan.
Hendra tiba-tiba bertemu Burhan, rekan pengusaha yang pernah ia tolong dan kini jadi pengusaha sukses. Burhan ingin membalas jasa. Ia mengajak rekan-rekannya mengambil alih kredit macet Hendra. Mereka juga ramai-ramai mengundurkan diri jadi nasabah bank yang dipimpin Rahmat. Hal itu membuat Rahmat dicopot dari jabatan dan kena serangan jantung.
Selain menolong, Burhan terpikir menjodohkan anaknya, Indra, dengan Ira. Hendra sangat senang, dan menyuruh istrinya, Ning, membujuk Ira. Ning tidak mau karena tahu Ira sangat mencintai Reno. Hendra marah. Konflik itu membuat Ning kena serangan jantung, dan meninggal. Ira sangat terpukul.
Indra sendiri sedang menghadapi masalah pelik. Dia sudah 5 tahun pacaran dengan Lina, anak pengusaha keturunan Cina. Tapi papa Lina tidak setuju, karena Indra bukan keturunan Cina. Lina dipaksa menikah dengan anak relasi bisnis papanya. Lina bertahan, dan mengajak Indra kawin lari. Tapi Indra menolak, karena sedang menangani proyek penting. Lina putus asa, dan gantung diri.
Dalam kondisi sama-sama sedih, Indra dan Ira didesak kedua orangtuanya. Ira mencoba mengadu ke Reno. Tapi Reno sedang stress menghadapi papanya yang harus menjalani operasi jantung. Mereka ribut. Dalam kesedihan seperti itu, Ira dan Indra sama-sama marah dan sadar saling tidak mencintai. Mereka jadi terpikir berbohong. Mereka menikah tapi tidak jadi suami istri benaran.
Mendengar Ira menikah Reno sangat terpukul dan marah-marah, ditemani Imelda. Imelda takut orangtua Reno terpukul kalau membawa Reno pulang. Ia juga tidak mungkin membawa pulang ke rumahnya. Akhirnya Imelda membawa Reno ke sebuah cottage. Tapi, dalam keadaan mabok Reno memperkosanya. Imelda tak kuasa menghindar, karena ia sendiri sebenarnya mencintai Reno. Sementara Ira dan Indra, yang baru menikah justru tidak melakukan apa-apa.
Dalam proses sering bersama, Indra menyadari betapa Ira begitu cantik, cerdas menarik dan menyenangkan. Ia jadi jatuh cinta dan berniat menjadikan Ira istri benaran. Ketika menginap dirumah papa Ira, Indra memaksa Ira melakukan hubungan seks. Ira tidak mungkin teriak. Tapi setelah itu Ira sangat marah. Ia memaki Indra laki-laki pengecut, ia pindah dari rumah dan minta cerai.
Indra sangat terpukul dan berusaha membujuk. Tapi Ira malah cuti dan pergi berlibur Indra menemukan surat Reno yang berisi penyesalan dan niat bersatu dengan Ira dengan resiko apapun. Indra akhirnya terpikir melepaskan Ira dengan ikhlas. Tapi, ketika mau menyampaikan hal itu ke Ira, Ira tiba-tiba datang, mengatakan ia hamil. Anak Indra... anak mereka! Sementara disana, Imelda mendatangi Reno, menyampaikan bahwa ia juga hamil.(gentabuana/indosiar.com/4nd)