
Indosiar.com - Pedang Raja Raja konon terbuat dari lahar Gunung Merapi yang meletus ribuan tahun silam. Pedang warisan raja-raja terdahulu yang selain memiliki kesaktian sangat dashyat sekaligus juga merupakan lambang kekuasaan seluruh kerajaan di Tatar Jawadwipa. Karena itulah pedang milik Bagaskara menjadi rebutan baik raja maupun para jawara seantero negeri.
Dalam pengembaraannya, Bagaskara harus menderita menyaksikan Larasati, sang kekasih tercinta sejak semasa bocah, dinikahi Gandara yang tak lain adalah sahabatnya sendiri melalui sebuah pengkhianatan yang menyakitkan.
Lebih parah lagi, Bagaskara tidak menyadari jika putra yang dianggap hasil perkawinan Larasati dengan Gandara justru benih cinta Bagaskara yang dahulu sempat tertanam dirahim Larasati sebelum mereka berdua dipisahkan oleh perbuatan khianat sang sahabat.
Api dendam Bagaskara atas pengkhianatan Gandara tak pernah padam, bahkan berkobar semakin hebat. Maka bersama pasukan berani matinya yang bekerja sama dengan Tarupala, Bagaskara lantas menyerang dan menduduki kerajaan Kediri dimana Gandara berkuasa. Namun kemarahan Bagaskara perlahan padam manakala Larasati menyakinkan bahwa putranya, Lintang adalah darah dagingnya Bagaskara sendiri.
Siapa sangka, pertarungan yang berlangsung di kaki Gunung Merapi itu telah merenggut nyawa, tidak hanya Gandara tetapi sekaligus juga nyawa Bagaskara dan Larasati karena pengkhianatan Tarupala yang selama ini ternyata hanya mengincar Pedang Raja Raja.
Keajaiban kemudian terjadi, setelah Tarupala mati terbunuh oleh para pasukan berani mati Bagaskara yang setia, Pedang Raja Raja pun kembali ke tempat asalnya dengan membawa jasad Bagaskara dan Larasati ke perut Gunung Merapi untuk menyatukan cinta mereka yang tak pernah padam. (And)