
Sinetron ini berkisah tentang perjuangan tuyul cilik yang bernama Bocil untuk menghindari kejaran musuhnya sesama tuyul, yang bernama Pompom. Berbeda dengan tuyul lainnya, Pompom berbadan gembrot. Ia ditugaskan Raja untuk menangkap Bocil karena Bocil telah berkhianat. Kesalahannya adalah, ia berubah menjadi tuyul baik dan tidak mau mencuri barang-barang manusia. Akibatnya, ia diusir dari Negeri Tuyul.
Bocil pun bertualang ke negeri manusia. Akibat suatu keajaiban, ia bisa berubah wujud jadi manusia. Akibat perkenalannya dengan Yuli, ia tinggal di rumah keluarga Yuli. Karena kedua orang tua Yuli tinggal di Amerika, di rumah itu Yuli tinggal bersama adiknya, Lena dan Didit. Mereka ditemani adik papa mereka yang masih berstatus single, bernama Yu-lia.
Lucunya, nama ketiga keluarga Yuli ini sama-sama mengandung unsur Yul, yakni Yuli sendiri (di rumah biasa dipanggil Mbak Yul), Yulia (biasa dipanggil Tante Lia), Yuliani Lena Lestari (biasa dipanggil Lena) dan Yulian Didit Aggraito (biasa dipanggil Didit). Akibat-nya, di rumah tidak jarang keempatnya berlarian menemui tamu bila sang tamu itu me-ngatakan sedang mencari Yul karena di luar rumah mereka sering juga dipanggil Yul.
Selain Mbak Yul tidak ada yang tahu bahwa Bocil adalah tuyul yang kapan saja bisa berubah-ubah wujud jadi tuyul dan manusia. Ketika Bocil jadi tuyul hanya Mbak Yul satu-satunya manusia yang bisa melihat dan berkomunikasi dengannya. Walaupun demikian, Didit termasuk anggota keluarga yang unik dalam hal ini. Ia bisa merasakan kehadiran makhluk halus karena ia punya semacam sixth sense.
Setiap makhluk halus menghampiri-nya, termasuk ketika Bocil berubah wujud jadi tuyul, ia merinding dan ketakutan. Selain itu, ia juga bisa merasakan bila senjata makhluk halus itu meledak di sampingnya. Selain Bocil dan Didit, di rumah keluarga Mbak Yul ada dua lagi manusia unik, yaitu Tante Lia dan Malih.
Walaupun ia seorang yang dituakan di rumah itu, tingkah laku Tante Lia se-ring membuat penghuni rumah kadang-kadang tertawa dan kadang-kadang kesal karena ia sangat bawel, suka berteriak, dan sering latah bila sudah kaget. Apalagi kalau sudah ber-hadapan dengan Malih, pembantu rumah tangga yang merupakan orang Betawi asli itu. Selain bodoh dan sangat pelupa, Malih sangat genit dan suka menggoda Tante Lia.
Kegiatan Mbak Yul yang sarjana itu banyak diisi dengan mencari kerja. Karena terlalu ber-konsentrasi pada kegiatan itu, ia jarang berpikir untuk pacaran. Tentu saja Lena yang masih kuliah itu sering mengomentarinya. Karena Mbak Yul dan Tante Lia sama-sama jomblo, mereka sering kesal terhadap kecerewetan Lena.
Selain itu, Lena mempunyai ke-biasaan jelek yang membuat Mbak Yul dan Tante Lia sering pula kesal, yakni suka ber-khayal, mulai dari impiannya memiliki cowok tampan dan kaya sampai kuliah di universitas ternama di luar negeri untuk kemudian jadi orang ternama pula.
Selain bersekolah di SD dan menjalankan kegiatan kesehariannya sebagai manusia, Bocil selalu berusaha menghindar dari tangkapan Pompom. Kalau dulu Pompom ditemani anak buahnya yang bernama Samson, kali ini tidak. Ia bosan karena kehadiran Samson tidak banyak membantunya. Mungkin terinspirasi oleh anggota DPR di dunia manusia Indonesia yang minta didampingi staf ahli, Pompom pun meminta kepada Raja agar ia ditemani oleh staf ahli yang bisa membantunya menangkap Bocil.
Raja pun memerintahkan Simson yang sudah diberi briefing perihal penggunaan senjata untuk menemani Pompom. Berbeda de-ngan di sinteron Tuyul & Mbak Yul, Tuyul Millennium, serta Tuyul Millennium & Mbak Yul, di sinetron Keluarga Yul dan Tuyul ini setiap memberikan senjata kepada Pompom, Raja jarang memberi tahu khasiat dan cara penggunaannya, namun menyuruhnya menanyakan-nya kepada Simson. Oleh sebab itu, setiap habis mendapatkan senjata, Pompom selalu memerintahkan Simson melakukan “analisis” terhadap senjata itu.
Walaupun sudah diana-lisis, kesimpulan Simson sering salah. Selain kondisi lapangan yang tidak kondusif, ia se-ring juga lupa. Selain itu, kecerdikan Bocil, ulah Bordox, Timon, dan Firda yang selalu membela Bocil juga menjadi faktor penyebab kegagalan Pompom dan Simson.
Meskipun Pompom dan Simson mempunyai tugas menangkap Bocil, sebagai anggota masyarakat tuyul, Raja juga mewajibkan mereka mencuri barang-barang berharga milik manusia. Tapi, Pompom sering sekali terlibat pertengkaran dengan Simson untuk urusan ini. Simson tetap berprinsip, barang yang dicuri itu harus barang-barang berharga dan ma-hal, tapi Pompom tidak.
Akibat tergesa-gesa, ia sering melakukan pencurian dengan asal-asalan, tapi memaksakan kehendaknya kepada Simson. Maka, tidak jarang yang mereka curi itu hanya beupa celana dalam nenek-nenek, sangkar burung, atau sandal jepit pembantu rumah tangga. Kegiatan Pompom dan Simson itu sangat ditentang oleh Firda, jin bencong yang selalu memberi nasihat agar mereka tak melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama makhluk halus dan pencurian terhadap barang-barang manusia. Namun Pompom dan Simson selalu meledeknya sehingga Firda cenderung bersahabat dengan Bocil, Bordox, dan Timon, walaupun ia suka iseng terhadap Malih, Didit, dan Tante Lia.
Sedangkan Bordox adalah jin gunung yang memiliki tubuh sangat tinggi tetapi kurus, dan selalu membela Bocil setiap kali Bocil berhadapan dengan Pompom dan Simson. Kesaktian Bordox adalah dapat menyemburkan lem dari telapak tangannya yang bisa membuat musuh terlilit getah berbentuk jaring laba-laba. Selain itu, bila ia melakukan tos dengan Timon, mereka bisa menyemburkan sinar laser yang dapat membuat lawan mereka gosong dan kepanasan sehingga selalu mencari kolam untuk mencebur.
Pemain:
Acil/Bocil: Abdi Zein
Mbak Yul: Tyara Smith
Tante Lia: Sandra Louis
Didit: Tommy Kaganangan
Lena: Anastasia Novie
Pompom: Jamal Bulat
Bagaimana kisah komedi dari tayangan ini? Saksikan Sinetron Komedi berjudul Tuyul & Jin Kontet yang ditayangkan pada hari Senin hingga Kamis pukul 18.00 WIB mulai tanggal 30 April 2007 di Indosiar...