
LIA (16 tahun) adalah seorang siswi kelas 2 SMU, yang mempunyai dua orang sahabat baik, yaitu DITA (16 tahun) dan RANTI (17 tahun). Diantara mereka bertiga hanya Lia yang merasa minder dan kurang pede, karena belum 'laku' alias belum punya cowok.
Ranti sebenarnya juga belum punya cowok tapi itu bukan karena gak ada cowok yang suka sama dia, justru Ranti bingung untuk memutuskan cowok mana yang pantas menjadi pacarnya, saking banyaknya cowok yang mendekatinya. Wajar aja, karena Ranti adalah yang paling cantik dan manis dari antara mereka bertiga.
Hal ini membuat Lia menjadi seorang 'jutekist sejati. Sebenarnya Lia mempunyai seorang 'gebetan' di sekolah. Namanya DIMAS (18 tahun) dia adalah kakak kelas Lia, yang termasuk cowok idola di sekolah. Namun sayangnya Dimas udah mempunyai pacar.
Hal ini membuat Lia semakin bete dan mempunyai keinginan untuk memakai jilbab. Sebenarnya bukan 'pure' dari dalam hati Lia juga sih. Tapi karena dorongan dari Bu JOKO (ibunya Lia) dan anjuran dari ANDI atau biasa dipanggil Uztad JAKA (22 tahun), guru mengaji Lia.
Diam-diam ternyata Bu Joko hendak menjodohkan Lia dengan Andi, yang merupakan idola dan pujaan ibu-ibu satu komplek perumahan tempat Lia tinggal. Para ibu-ibu bahkan bersaing untuk menjodohkan anak perempuan mereka dengan Andi. Maklum aja, selain ganteng, baik, sopan dan soleh, belakangan juga ketahuan kalo Andi ternyata anak orang berada. Ibarat kata Bu Joko, Andi adalah tipe cowok yang mampu membahagiakan istri dunia akhirat.
Namun sayangnya usaha Bu Joko untuk menjodohkan Lia dengan Andi sedikit mengalami hambatan. Hal itu karena Lia selalu bersikap jutek kepada Andi, sementara Andi justru grogi dan salting bila berada di dekat Lia. Lagian hari genee masih dijodohin! Emangnya jaman Siti Nurbaya?! Begitu kata Lia.
Apalagi Lia mendapat kabar dari kedua temannya, Dita dan Ranti, kalo Dimas sudah putus dengan pacarnya. Dengan bantuan mereka, Lia akhirnya berhasil 'jadian' dengan Dimas.
Suatu ketika Uztad Jaka memutuskan untuk pulang kampung selama beberapa bulan. Dan sebagai gantinya, Uztad Jaka meminta bantuan temannya untuk menjadi guru ngaji Lia.
Entah kenapa setelah Uztad Jaka tidak ada, Lia malah merasa kehilangannya. Apakah ini yang dinamakan cinta? Tapi bagaimanapun ia tidak mungkin berpacaran dengan Uztad Jaka, karena dalam ajaran islam yang sebenarnya tidak ada istilah pacaran, yang ada hanya ta’aruf. Yaitu proses pengenalan sebelum menikah.
Sementara itu Lia merasa hubngannya dengan Dimas telah menghalangi keinginannya untuk memakai jilbab. Karena secara pribadi Dimas kurang suka dengan cewek berjilbab.
Lia jadi bingung sendiri. Setelah Uztad Jaka kembali, ia baru tahu kalo selama ini, Uztad Jaka sebenarnya suka kepadanya. Lalu siapakah yang harus ia pilih? Kalo pilih Dimas, ibunya pasti tidak akan setuju dan keinginan untuk memakai jilbab sepertinya harus dilupakan. Tapi kalo memilih Uztad Jaka, ia gak mungkin pacaran dulu, melainkan harus langsung menikah.
Masa sih baru kelas 2 SMU, umur 16 tahun (KTP aja belum punya), harus langsung menikah? Apa kata dunia? Lalu Lia harus gimana dong?(indosiar.com/4nd)