
Tahu akan apa yang terjadi di Ling An, keruan saja Chen Lun mengutuk perbuatan keluarga Liang dan langsung meminta tabib Zhen untuk memerika kondisi Xu Xian yang kerap menolongnya.
Chen Lun mengalami dilema karena meski hatinya mendukung Xu Xian, tugasnya sebagai pejabat negara adalah menghukum pria itu yang ketahuan mencuri pusaka, hal ini sempat membuatnya bertengkar dengan sang istri. Tidak ingin menyusahkan sang penolong, Xu Xian memutuskan pulang ke Bao An Tang.
Ketika sampai disana ia sangat terkejut melihat papan nama toko obatnya hendak diturunkan, apalagi setelah pemilik toko Tuan Liu menyebut semua itu disebabkan karena sang istri-lah yang memutuskan telah menutup Bao An Tang.
Sadar kalau musuh mereka sulit ditaklukkan, keluarga Liang memanggil biksu Fa Hai, yang dengan pusakanya mampu melihat siapa sosok Su Zhen dan Xiao Qing yang sebenarnya. Ketika mendengar dua wanita itu adalah siluman ular, makin ketakutanlah keluarga Liang, mereka meminta Fa Hai mau membunuh mereka.
Keyakinan Xu Xian kalau istrinya tidak bersalah terjawab sudah, seorang pelayan memberitahu bahwa Su Zhen menjual semuanya karena ingin menyusul sang suami ke Ling An. Di pengadilan, dengan berat hati Chen Lun memutuskan untuk mengusir Xu Xian dari kota dan pindah ke daerah lain yaitu Zhen Jiang.
Kali ini yang menjadi dewa penolongnya adalah Tabib Zhen, yang meminta Xu Xian menyampaikan surat perkenalan pada adik seperguruannya Xu Qian yang tinggal di kota Zhen Jiang. Di depan Chen Lun, Xu Xian dengan berani menyatakan sadar kalau keringanan hukuman yang didapat adalah berkat desakan keluarga Liang.
Tidak terima begitu saja dengan keadaan yang dialaminya, Xu Xian memutuskan datang ke kota untuk melaporkan semua masalah ke hadapan Raja. Di Ling An, Liang Ling An ternyata berhati busuk dan memerintahkan para pengawalnya menghabisi Xu Xian, sekaligus meminta sang anak membujuk Fa Hai untuk menghadapi Su Zhen.
Dalam perjalanan Xu Xian harus kehilangan pengawal setianya Bai Fu yang tewas di tangan seorang rahib yang diutus oleh keluarga Liang, beruntung dirinya selamat berkat pertolongan pemilik kedai.(mdL)