
Dengan ilmunya yang tinggi, Xiao Qing berhasil menghabisi Lian Er dan para pengawalnya. Pembunuhan itu membuat Fa Hai turun tangan, dengan benda pusakanya ia mampu membuat Xiao Qing terluka parah.
Dengan sisa tenaga yang dimiliki, Xiao Qing kembali ke Bao An Tang. Su Zhen terkejut melihat kondisi sang adik dan membawanya ke gua tempat pertapaan dan sadar kalau Xiao Qing, yang wujudnya telah kembali menjadi ular hijau, dilukai oleh orang yang sangat sakti.
Xu Xian yang akhirnya bertemu dengan Xiao Qian terkejut melhat ada toko obat yang memiliki nama sama dengan miliknya dulu, dan memutuskan untuk masuk. Dari kedua pelayan, ia akhirnya tahu kalau sang pemilik adalah Su Zhen.
Belum juga sehari, keduanya kembali bertemu dan saling melepas rindu. Saling bertukar cerita, Xu Xian terkejut mendengar Xiao Qing terluka parah. Kemesraan keduanya sempat terganggu oleh kemunculan Xu Qian secara mendadak, pria yang terpukau oleh lukisan Xu Xian itu memaksa dipertemukan dengan Su Zhen.
Begitu melihat Xu Qian, mendadak Su Zhen merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan pria itu dan memberitahukan firasatnya pada sang suami. Di kediaman Liang, Ling An yang tahu kalau putranya telah tewas di tangan Xiao Qing memberi waktu tiga bulan pada Fa Hai untuk menghancurkan dua siluman ular musuhnya.
Xu Xian mengajak Su Zhen kembali ke Shu Zhou untuk membuktikan diri mereka tidak bersalah dihadapan pejabat Chen Lun. Di pengadilan, wajahnya langsung berubah ketika sang istri mengaku kalau memang dia-lah yang meminta Xiao Qing mengambil 4 benda pusaka di rumah keluarga Liang.
Namun semua itu rupanya bagian dari siasat Su Zhen, dengan halus ia membongkar kebusukan keluarga Liang selama ini yang kerap mengkorupsi upeti untuk Raja dan menyebut bahwa pusaka itu sebenarnya adalah milik keluarga Bai.(mdL)