
Kembali bertemu dengan sang kakak dan suaminya Li Tou Er, Han Wen berencana untuk kembali membuka toko obat. Atas saran Su Zhen, ia akhirnya setuju dengan nama baru Bao He Tang yang artinya keluarga Damai dan Selalu Lancar.
Malamnya saat semua tidur, Xiao Qing kembali mengendap-endap keluar untuk pergi ke kediaman keluarga Zhang dan menemui Yu Tang. Disana, gadis itu terkikik mendengar niat nekat Yu Tang melamarnya hingga dimarahi oleh sang ayah.
Pelan tapi pasti, toko obat baru Ha Wen mulai ramai dikunjungi orang-orang yang membutuhkan obat. Melihat banyak diantaranya adalah orang miskin, Su Zhen yang tidak tega berpesan pada Xiao Qing yang sedang menumbuk obat supaya tidak mengambil bayaran.
Keadaan yang tenang membuat dua orang sekaligus mabuk : yang pertama adalah Li Tou Er yang terkena euforia akibat dianggap sebagai orang yang paling berjasa menghabisi ancaman Siluman Kelabang, dan yang kedua adalah Xiao Qing yang belakangan sering melamun karena dimabuk cinta.
Di rumahnya, Yu Tang menolak mentah-mentah ketika dirinya hendak dijodohkan oleh seorang gadis. Akibatnya cukup fatal : ia harus menerima pukulan tongkat sang ayah yang marah besar melihat sang putra berani menantangnya.
Masing-masing akhirnya mulai menemui ganjarannya. Dimulai dari Tou Er, yang saat mabuk akhirnya memutuskan untuk menginap di Bao He Tang. Paginya saat kembali, ia dimarahi sang istri yang mendapati besarnya tagihan yang dikeluarkan sang suami.
Hal serupa juga dialami Xiao Qing, yang perubahan sikapnya mulai terlihat oleh Su Zhen. Dari sang suami, ia akhirnya tahu kalau diam-diam sang adik sering keluar rumah di malam hari dan baru kembali paginya.
Diam-diam, Su Zhen mengikuti Xiao Qing dan sangat terkejut melihat gadis itu berpelukan mesra dengan Yu Tang. Paginya, ia langsung mengkonfrontir Xiao Qing dan mengingatkan akan tingkahnya yang terlalu beresiko.(mdL)