Meski memutuskan menerima lamaran Yoshida, Amane sadar kalau pria yang dicintainya adalah Takashi dan bingung kenapa pria itu tidak mau mengaku dirinya adalah hata. Ketika hadir di sebuah acara radio yang dipandu Kaori, Takashi dinasehati untuk tidak melepas Amane.
Keesokan paginya, Amane berangkat bersama Yoshida setelah sebelumnya mengirim pesan terakhir pada hata alias Takashi. Penuturan gadis itu membuat pria itu sadar kalau dirinya tidak ingin kehilangan Amane, namun saat hendak pergi menyusul, ia mendapat telepon yang cukup mengejutkan yang berasal dari mantan kekasihnya Rina.
Akibatnya, Takashi tidak jadi menyusul dan Amane pergi ke Paris dengan hati hancur. Ketika bertemu, Rina ternyata telah berubah karena sekarang ia adalah ibu dengan dua anak kembar, dan hanya mampir untuk menyapa mantan kekasihnya itu. Rupanya saat mendengar lagu Takashi, wanita itu sadar kalau Takashi sedang jatuh cinta.
Ketika tiba di rumah, ia telah ditunggu oleh Kaori yang langsung memarahi dan meminta Takashi untuk menyusul Amane ke Perancis. Rupanya meski sangat mencintai pria itu, Kaori sadar kalau cintanya bertepuk sebelah tangan dan hanya ingin Takashi merasakan kebahagiaan.
Di saat bersamaan, Amane memutuskan untuk menyerah namun Yoshida mencegahnya melepas pakaian, dan malah memberi tiket pulang ke Jepang untuk kembali ke Takashi. Disaat bersamaan, pria yang dicari Amane justru malah menyusul ke Perancis sehingga keduanya berselisih jalan.
Begitu sampai di Jepang, hal pertama yang dilakukan Amane adalah mencari Takashi namun harus menelan kekecewaan karena tidak berhasil. Sambil diliputi kesedihan, secara tidak sadar langkah kaki Amane membawanya ke museum tempat dirinya bertemu Hasegawa untuk pertama kalinya.
Mendadak, sayup-sayup terdengar bunyi suara piano lagu Once In A Blue Moon, yang langsung membuat Amane berlari mencari arah sumber suara. Dan figur yang tidak asing lagi berada di belakang piano, dengan wajah penuh penghayatan. Sambil berlinang air mata, gadis itu memanggil nama si pemain piano dengan nama yang sudah tidak asing lagi : hata.
Takashi tidak kalah terkejut, ia sama sekali tidak mengira Amane telah berada di Jepang. Keduanya mencurahkan perasaan masing-masing dan mengakui kalau ucapan satu sama lain telah memberi kekuatan untuk menjalani hidup kemudian saling berpelukan.
Berniat menyerahkan surat pengunduran diri keesokan harinya, ternyata kantor Amane telah berganti bos dan kali ini atasannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana dengan nasib Takashi? Untuk sementara waktu ia berada di Perancis untuk menggarap proyek musik sebuah film, namun komunikasi keduanya tidak pernah terputus.
Saling berkirim email, keduanya tidak lupa membubuhkan 'tanda pengenal' masing-masing di akhir kalimat : Takashi in Paris with love dan Amane in Tokyo with Love. Meski jarak memisahkan, hati keduanya tidak bisa dipisahkan lagi.
TAMAT