
Begitu mendengar dirinya sudah boleh pulang, Shin-bi senang sekali dan meminta untuk diajak ke taman ria. Sebelum pergi, gadis cilik itu meminta Se-jin mengantarnya kekamar teman barunya namun sesampai disana, anak itu ternyata telah meninggal.
Saat berjalan keluar, diam-diam Shin-bi membatin supaya Tuhan tidak mengambil nyawa orang-orang baik karena dunia akan lebih baik bila mereka hidup. Setelah melepas ikan emas yang didapatnya dari rumah sakit, ia diajak ke taman ria dimana Se-jin dan Seung-hwan pernah berkencan.
Kebahagiaan tersebut ternyata hanya berlangsung sebentar, saat menaiki carroussel mendadak Shin-bi pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Siap dengan segala kemungkinan terburuk, Se-jin terus menunggui putrinya bersama Seung-hwan.
Didalam kamar putrinya, Se-jin teringat akan masa-masa indah bersama Shin-bi saat melihat-lihat pakaian da foto gadis cilik itu. Saat di rumah sakit, Il-jin yang histeris menyalahkan adiknya karena telah melahirkan Shin-bi dan membuatnya menderita. Ucapan tersebut membuat Se-jin terpukul, dan langsung berlari meninggalkan sang kakak, ibunya, dan Seung-hwan.
Akhirnya wanita itu menempuh cara drastis : ia meminta daftar nama-nama pendonor sumsum tulang belakang dan bersama Seung-hwan sambil membawa foto Shin-bi, mendatangi seorang diantaranya dan berlutut memohon.
Dalam kegalauannya, Seung-hwan minum-minum ditemani Seung-pil. Menceritakan tentang kondisi sang adik saat kecil yang sering sakit-sakitan, pria itu menjelaskan alasan utamanya sebagai dokter dan mengingatkan meski profesi itu tidak bisa membuat keajaiban, namun harapan dari keluarga pasien kerap menjadi faktor penting bagi kesembuhan.(mdL)