
Didalam, ketiganya harus menahan tangis saat mendengar suara Shin-bi. Bersama Seung-hwan, ia berharap-harap cemas di rumah sakit sambil menunggu kepastian pendonor sumsum tulang belakang. Namun, yang didapat malah sebaliknya.
Seung-hwan mendapat telepon dari pihak rumah sakit, yang meminta kesediaannya untuk mendonorkan sumsum tulang belakang pada pasien lain. Berita tersebut langsung ditentang oleh ibunya, yang tidak ingin nyawa putranya melayang. Didalam kamar rumah sakit, Se-jin terus menunggui putrinya, Do-hyun dan Chae-young yang belakangan muncul trenyuh melihat kondisi itu.
Kejadian demi kejadian yang menimpa membuat hubungan suami-istri itu dengan Do-hyun dan Chae-young menjadi akrab, pelan tapi pasti keempatnya menjadi akrab bagai sahabat. Saat tinggal berdua, sambil setengah bercanda Chae-young mengatakan tidak akan melepaskan Se-jin bila gagal menyelamatkan nyawa Shin-bi.
Satu-persatu teman atau keluarga Seung-hwan dan Se-jin datang menjenguk Shin-bi, sehingga meski kondisinya lemah gadis itu merasa sedikit terhibur. Menjelang operasi, Seung-hwan mendapat kado terindah dari Se-jin : ucapan cinta.
Saat masing-masing meregang nyawa, mendadak terdengar bunyi telepon di kantor Seung-pil : donor sumsum bagi Shin-bi sudah ditemukan, tepat pada saat kondisi gadis cilik itu berada di ambang maut.
Kehidupan terus berjalan, Se-jin menjelma menjadi rekanan kerja Do-hyun dan Chae-young dengan bahasa Inggris yang paten, sementara Il-jin bekerja sebagai pramugari. Keempatnya terbang dengan pesawat yang dikemudikan oleh Seung-hwan dan Chang-myung yang telah lulus kuliah.
Ups......ternyata itu adalah mimpi Shin-bi, yang tertidur saat bersama Seung-hwan dan Se-jin menuju Singapura. Keduanya tetap tidak berubah, masih kerap bertengkar diiringi oleh senyum manis putrinya yang maklum kalau ayah dan ibunya saling mencintai.
Ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya di Singapura? Ternyata semua itu diawali dari simpati dan mendengarkan lagu bersama saat berada didalam kamar. Dari situlah semua berawal, diawali dari pertengkaran, 'kecelakaan', sampai akhirnya Seung-hwan dan Se-jin belajar tentang tanggung jawab sebagai orang tua.
TAMAT