TAG: Ketua Dprd Sumut Tewas
Demo Anarkis DPRD Sumut
Direktorat Rerserse dan Kriminal Polda Sumatera Utara segera menetapkan status tersangka terhadap beberapa Anggota DPRD Sumatera Utara yang terkait demo anarkis yang menewaskan Ketua DPRD Abdul Aziz Angkat.
Tragedi Pemekaran Protap
Kepolisian Daerah Sumatera Utara terus bergerak cepat mengusut para pelaku yang terlibat dalam kerusuhan demo anarkis di DPRD Sumatera Utara Selasa lalu. Minggu (08/02/09) kemarin, penyidik Polri kembali menciduk seorang dosen Universitas Negeri Medan yang terlibat dalam pengesahan massa. Total tersangka pun membengkak menjadi 32 orang.
Aksi Anarkis
Tim Komisi III DPR RI Jumat (06/02/09) pagi, mengunjungi Kantor DPRD Sumatera Utara untuk mencari data dan informasi terkait demo anarkis yang menyebabkan Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat meninggal dunia. Dan hingga saat DPRD Sumut masih belum bisa melakukan aktifitasnya.
Buntut Unjuk Rasa Anarkis
Kerusakan di Gedung DPRD Sumatera Utara Selasa lalu berdampak kepada Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Sumatera Utara karena 3 calegnya resmi dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Status Kapolda Sumut
Kasus meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Aziz Angkat Selasa lalu mendapat reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menuntut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuhi memberhentikan Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Nanang Sukarna.
Tewasnya Ketua DPRD
Menurut penilaian pengamat kriminologi demo anarkis yang berakibat tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Aziz Angkat menunjukkan betapa lemahnya Polri dalam melakukan antisipasi pengamanan.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara segera menetapkan siaga 1 untuk internal kepolisian di wilayah Sumatera Utara. Terkait penyebab kematian Abdul Aziz, kepolisian kembali menegaskan Ketua DPRD Sumatera Utara itu meninggal karena serangan jantung.
Ditengah Aksi Unjuk Rasa
Aksi ribuan massa yang menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli Utara berakhir tragis. Ketua DPRD Sumatera Utara, Aziz Angkat menjadi korban. Ia tewas setelah dipaksa massa membuka sidang paripurna untuk menyetujui pembentukan Provinsi Tapanuli Utara.