HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION

TAG: Leptospirosis



Penyakit Banjir
Penyakit pasca banjir, Leptospirosis, semakin banyak memakan korban. Di rumah sakit Tarakan, Jakarta Pusat, sudah 38 orang dirawat, 6 diantaranya dalam kondisi kritis.
Penyakit Pasca Banjir
Di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan sampai Senin (19/02/07) jumlah pasien korban banjir mencapai 434 orang. Sebagian diantaranya pasien DBD (66), pasien diare (175 orang) dan leptospiroris (20 orang).
Di Rumah Sakit Tangerang, Banten terdapat peningkatan jumlah penderita penyakit pasca banjir yakni leptospirosis.Dalam dua hari terakhir jumlah pasien leptospiroris yang dirawat di RSUD Tangerang bertambah 8 orang, sehingga kini menjadi 10 orang.
Air memang telah surut, namun berbagai penyakit pasca banjir mengancam. Seperti penyakit kulit, infeksi saluran pernafasan atau ISPA, diare, kolera, disentri, flu, tipus hingga leptospirosis. Dan bukan tidak mungkin, berbagai penyakit tersebut dapat berujung pada kematian.
Penyakit Pasca Banjir
Selain menderita diare, sejumlah korban banjir juga terjangkit penyakit leptospirosis. Di Tangerang, Banten, 2 orang positif terkena leptospirosis dan sempat tak sadarkan diri.
Korban Banjir Berjatuhan
Setelah banjir surut, korban mulai berjatuhan dan menjadi pasien di berbagai rumah sakit. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Barat, dua orang pasien rawat inap diduga kuat menderita lestospirosis.
Setelah demam berdarah, penyakit pasca banjir lainnya yang perlu diwaspadai adalah lestopirosis. Pada tahun 2002 lalu, 11 orang meninggal karena lestopirosis.