TAG: Peduli Kasih
Operasi Gratis
Memiliki wajah sempurna adalah impian setiap orang. Namun karena kelainan bawaan, maupun mal – nutrisi, beberapa anak lahir dengan wajah yang tidak normal. Alasan inilah yang mendorong Yayasan Wings Peduli Kasih bekerja sama dengan Indosiar membantu biaya operasi mereka di salah satu rumah sakit di Surabaya.
Kita Peduli Indosiar
Program Kita Peduli Indosiar kembali memberikan bantuan untuk membangkitkan perekonomian bagi warga korban letusan gunung Merapi di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Puluhan ekor sapi dan sejumlah produk budidaya disumbangkan pada dua shelter pengungsian.

Sumarni tak pernah tahu, kenapa Tuhan memberikan cobaan yang teramat berat kepadanya. Betapa tidak, wanita separo baya ini dikaruniai 5 anak. Namun 4 diantaranya menderita berbagai kelainan, bahkan satu diantaranya hilang bak ditelan rimba kota.

Bertahun-tahun Jalatin berjuang untuk menghidupi kedua anaknya. Suaminya begitu saja meninggalkan mereka, tanpa alasan yang jelas. Beban Jalatin kini semakin berat karena salah satu anaknya kini menderita lumpuh layu.

Meninggalnya ke dua orangtuaku, memaksa aku untuk mengurus adikku ini. Memang berat beban yang aku pikul. Tapi demi adikku yang menderita ini, aku rela menjalaninya. Aku memelihara adikku sejak kecil, karena adikku tidak bisa melakukan apa-apa, maka aku yang memandikan dan memberi makan adikku.

Duapuluh satu tahun, tumor ini menggerogoti kepalaku. Aku tidak tahu, kapan penderitaanku ini akan berakhir. Setiap saat aku harus merasakan, sakit dan nyeri di kepala, seperti ditusuk tusuk duri. Tuhan... Hanya kemiskinan yang membuat aku seperti ini. Aku tak punya biaya untuk mengobatinya.

Cinta Surti terhadap suaminya tak pernah lekang oleh waktu, meski ia harus membanting tulang untuk membiayai suaminya yang tergolek tak berdaya, namun Surti ikhlas menjalaninya.

Dalam usianya yang baru 6 tahun, Deni harus berjuang melawan penyakit radang otak. Deni sering kejang, dan sudah ratusan kali menjalani terapi medis. Namun penyakitnya tak kunjung sembuh.

Berbagai macam penyakit sepertinya sangat akrab dengan Ekky Febrianto. Anak berusia 10 tahun. Sejak bayi Ekky harus berjuang melawan berbagai macam penyakit yang menyerang sejumlah organ tubuhnya. Masa kanak-kanak dilaluinya dengan penuh penderitaan.

Berjuang dengan gigih, dan tidak mengenal kata menyerah. Merupakan tekadku dalam menjalani roda kehidupan. Aku yakin, jika kita tidak ingin dihantui kesengsaraan, maka kita harus tetap berusaha. Meskipun usaha yang kita jalani, kadang tidak memberikan hasil yang maksimal.