HOME | CONTACT US | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION

TAG: Pemerasan



Diduga Bocah Pelaku Diancam Seorang Pemulung
Terus dampingi putra putri anda meski berada di sekolah. Seorang siswa kelas 3 SD di Cipinang Muara, Jakarta Timur, diadukan ke polisi karena dugaan melakukan aksi premanisme di sekolah. Para korban yang juga siswa sekolah yang sama mengaku telah diperas, dianiaya, bahkan diancam akan dibunuh oleh pelaku.
Diduga Memeras Warga
Dua oknum wartawan di Sumedang, Jawa Barat, mengaku anggota polisi dan berusaha memeras warga. Dua pelaku meminta uang Rp 6 juta kepada warga dengan dalih sebagai uang pelicin agar proses pembayaran pembebasan lahan di daerah proyek Jati Gede, berjalan lancar.
Masalah yang melibatkan tindakan pemerasan oleh Jaksa kembali mencuat, 3 oknum Jaksa dan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Papua Barat diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah pejabat dan kontraktor di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Aksi pemerasan tersebut dilakukan sejak awal tahun 2008, namun dugaan ini dibantah pihak Kejaksaan.
Kerap Melakukan Pemerasan
Lima oknum wartawan di Majalengka, Jawa Barat ditangkap polisi setelah terbukti memeras sejumlah instansi. Seorang diantaranya bahkan berprofesi rangkap sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Komplotan pelaku pemerasan yang kerap beraksi menodong warga dikawasan industri candi Gatot Soebroto, Semarang, dibekuk petugas Polsekta Kali Banteng. Saat hendak ditahan, salah satu orangtua tersangka yang berada di kantor polisi menangis histeris tak menyangka anak kesayangannya terlibat.
Ancam 15 Juta
Mengaku sebagai seorang wartawan sebuah tabloid, seorang pria di Semarang, ditangkap polisi saat memeras seorang warga yang baru saja menerima uang bantuan dari pemerintah kota setempat.
Peras Warga
Beralih bisa mengeluarkan tersangka kasus pengedaran ganja dari tahanan, seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las ketok, nekad mengaku sebagai Kanit Serse dan minta uang tembusan sebesar 10 juta rupiah.